Jumat, 05 November 2010

Saya Bangga Menjadi Rakyat Indonesia


Dalam sebuah obrolan santai kala makan siang, paska pasca terjadinya peristiwa bom di hotel J.W. Marriott dan Ritz Carlton, 17 Juli 2009 lalu,
terlontar pertanyaan spontan dari kawan bule saya. ”Apakah kamu bangga menjadi menjadi orang Indonesia?”.
Terus terang saya kaget dan sulit menjawabnya. Namun sejurus kemudian saya pun menjawab, ”saya sangat bangga menjadi warga negara Indonesia dengan situasi dan kondisi apapun”. Ia pun berujar, ”seharusnya demikian adanya, tapi sepertinya banyak kawan pribumi saya yang menjawab tidak. Mengapa begitu ya”. Kilah bule itu.
Obrolan singkat tadi akhirnya menuntut saya untuk bertanya dalam hati, ”Benarkah setiap warga negara Indonesia bangga menjadi orang indonesia? Atau malah sebaliknya?” Kiranya sungguh sulit menemukan jawaban pastinya.
disadur dari: http://www.csrc.or.id/artikel/index.php?detail=20090827142635
ditulis oleh: Sholehudin A. Aziz

Saya kira jawabannya adalah tidak!!. Bangsa ini adalah bangsa yang besar dan bisa dibanggakan. Banyak sekali torehan prestasi anak-anak bangsa yang bisa kita banggakan karena bendera merah putih berkibar diatas bendera negara-negara lainnya. Salah satunya prestasi adalah prestasi Jhonatan dalam olimpiade Fisika XXXVII.
Berikut ini kisahnya, berdasarkan catatan prof. Yohanes Surya sewaktu mengikuti upacara pembagian medali ”International physics olympiade XXXVII” di Singapore.
Kala itu mayoritas duta besar yang hadir, awalnya mencibir sinis kontingen Indonesia karena dianggap tidak akan pernah berprestasi. Tapi alangkahnya kaget dan malunya mereka ketika panitia menyebut nama ”Muhammad Firmansyah Kasim” dari Indonesia sebagai pemenang medali perak.
Kejutan itu tak berhenti disitu saja. Tidak lama kemudian, panitia kembali mengumumkan nama-nama pemegang medali emas. Saat itu dubes-dubes negara sahabat yang hadir kaget luar biasa karena ternyata ternyata medali emas itu kembali diraih oleh 4 anak Indonesia. Dengan berpeci hitam dan jas hitam mereka maju ke panggung sambil mengibar-ngibarkan bendera merah putih. Sungguh mengesankan dan mengharukan. Semua duta besar langsung mengucapkan selamat pada dubes kita sambil berkata bahwa ”Indonesia hebat”.
Kejutan itu tidak berhenti di situ saja. Ketika diumumkan “the champion of the International physics olympiade XXXVII is “Jonathan Pradhana Mailoa” from Indonesia. Semua orang Indonesia bersorak. Bulu kuduk berdiri, merinding, semua orang mulai berdiri, tepuk tangan menggema cukup lama ”Standing Ovation”. Hampir semua orang Indonesia yang hadir dalam upacara itu tidak kuasa menahan air mata turun. Air mata kebahagiaan, air mata keharuan, air mata kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang besar.
Rasa bangga atas bangsa ini adalah perwujudan rasa nasionalisme kita. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan dan bisa membanggakannya. Seluruh capaian prestasi bangsa ini, baik yang terburuk sekalipun maupun yang terbaik, haruslah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan berbangsa yaitu bangsa Indonesia yang harus kita terima dengan lapang dada. Apapun prestasi bangsa ini kita harus tetaplah bangga.


Cerita diatas hanya sepenggal cerita mengenai hebatnya sumber daya manusia di Indonesia. Ada sebuah cerita seorang Indonesia menjadi guru besar di universitas terkemuka di China. Namanya dikenal bukan karena eksploitasi cerita kehebatan dia dalam meniti karier sampai menjadi seorang guru besar, namanya dikenal karena keluarganya dibantai sadis oleh kawanan perampok di Medan. Ada hal positive yang dapat diambil dari orang ini, ketika ia diwawancara wartawan, apakah dia sudah pindah warga negara? Dia menjawab dengan penuh keyakinan TIDAK, lalu dia berucap walaupun saya sudah lama tidak tinggal di Indonesia saya tetap orang Indonesia. Apa yang membuat orang ini tetap mengakui dirinya orang Indonesia? dia mendapatkan segala sesuatunya dari China, Indonesia tidak menghargai dia atas prestasinya, Indonesia tidak memberikan pelayanan sebaik pemerintah China memberikan kenyamanan kepada dirinya, hidupnya dihabiskan di China dan ironisnya dia pulang k Indonesia karena keluarganya dibantai kawanan perampok. Apa lagi yang ia banggakan dari menjadi orang Indonesia?
Adalagi cerita tentang seorang anak mahasiswa yang hidup sederhana di sebuah kost-kostan di Yogyakarta. Disaat semua orang Indonesia melihat apapun yang dikembangan oleh bangsa-bangsa eropa dan amerika menjadi hal yang prestisius. Anak muda ini dengan santainya belajar dan mengembangkan diri tanpa perduli bahwa apa yang dia pelajari dan kembangkan harus membuat dia tenar seperti artis-artis sinetron atau koruptor-koruptor terkemuka. Di saat banyak anak muda menggunakan software (prangkat lunak) berpatern Adobe dan mengidolakan para orang-orang hebat dibalik software tersebut mereka tidak membaca bahwa nama mahasiswa ini tercantum dalamnya. Anak muda ini merupakan salah seorang pengembang software Adobe Photoshop CS4.
Memang sungguh ironis pada saat kita hidup di negara yang tidak menghargai rakyatnya sendiri, tetapi sudahlah. Mungkin memang negara ini belom siap menjadi negara besar yang dapat menghargai rakyatnya sendiri, tetapi belajarlah bahwa 3 contoh diatas mengukir prestasi-prestasi membanggakan untuk satu nama Indonesia dan kebanggaan mereka menjadi bangsa Indonesia didasari rasa cinta akan tanah air, rasa cinta akan kebudayaan, rasa cinta akan indahnya Indonesia dan rasa penghargaan yang sebesar-besarnya pada merah putih. Saya bangga menjadi warga negara Indonesia karena saya tinggal di negara yang memiliki kepekaan sosial sangat tinggi nilai-nilai adat istiadat yang hebat dan kebudayaan-kebudayaan besar yang membuat kita memiliki kecerdasan pemikiran dan intelektual. Dan itu hanya ada di Indonesia.

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright 2035 rikirikardo
Theme by Unknown